EGOIS YANG TAK BERKESUDAHAN

 

Source : Pinterest

Kelv kamu tau kenapa aku menyukai kegelapan?Untuk kau ketahui Kelv itu karna dengannya aku bisa melihat bintang

Kelv kau tau kenapa hobiku menghayal? Untuk kau ketahui Kelv itu karna dengannya aku bebas mengambar mimpiku dimasa depan

Kelv kau tau kenapa aku suka kesendirian? Untuk kau ketahui Kelv itu karna dengannya aku merasa tak ada yang menghakimiku

Kelv kau tau kenapa aku tak bosan mengucap nama mu? Untuk kau ketahui Kelv karna itu adalah kau, Kelv.

Kelv menurutmu apa alasan hujan turun ke bumi bukankah hujan turun hanya karna takdir tuhan? Seperti itulah alasan aku menaruh rasa padamu, tak ada alasan yang pasti namun rasa itu menghampiri, rasa bilang aku harus menaruhnya ditempat terbaik di bagian hidupku, dan tempat itu adalah kau Kelv.

Kau adalah sanggahan namun tak beralasan.

Kelv kini hari-hariku menangisi kepergianmu, Kelv pulang aku rinduu! Bagiku aku adalah rumahmu, jika hari ini kau harus pergi ingatlah disini ada aku menunggumu untuk pulang, aku rumahmu dan kau pondasiku, pulanglah saat kau sudah tersesat, pulanglah saat sudah tak ada alasan untuk kau pergi, pulanglah saat sudah tak ada lagi jalan yang harus kau pijak, pulanglah saat kau sudah tau kapan harusnya kau pulang. Agar saat nanti kau pulang pondasi rumahku sudah kokoh dan permanent.

Aku tak pernah menyalahkan kepergianmu Kelv, kau pergi setelah seribu satu alasan yang telah aku perbuat. Benar, penyesalan adalah kekecewaan dan resiko dari keputusan masa lalu. Andai saja waktu itu aku….. hah sudahlah tak ada gunanya aku mengutuk diri karna kau sudah pergi dan yang dulunya adalah kita kini sudah menjelma menjadi dua manusia asing yang tak saling mengabari.

Satu hal yang harus kau tau Kelv, aku selalu menyisakan 10 detik di awal pagiku untuk memikirkanmu, 10 detik di awal keberangkatan kuliahku, 10 detik di awal jam istirahat makan siangku dan kau selalu hadir di 10 detik di awal kegiatanku, jika harus kusandingkan dengan ibu-bapakku ingatanku lebih tersita untuk memikirkanmu dari pada memikirkan mereka, durhaka betul aku jadi anak tapi hanya dengan itu aku mendapatkan ketenangan, makanya pulang Kelv kau harus tau aku benar-benar meringkih merindukanmu. Kelv aku tersiksa rindu.

                                                           *****

“Ra tolong dengarkan aku, dengarkan penjelasanku”

“Sudahlah Kelv tak ada satupun yang perlu kau jelaskan, aku menyadari ini kebodohanku memberikan kebebasan se-bebas2nya untukmu”

“Lalu kau akan membiarkan aku pergi Ra? setelah kau menjadikan aku pria bangsat dimatamu”

“Kelv kau tau? Kau selalu bangsat dimataku tak pernah lebih 3 tahun Kelv dan aku tak pernah melihatmu melebihi itu”

Aku merasa lidahku benar-benar sangat kurang ajar kepada Kelv, tapi kau tau kan Kelv bahasa perempuan? Semakin aku bilang benci maka aku semakin terjebak dalam rasa bersamamu

“Maksudmu 3 tahun kau benar-benar tak menaruh rasa padaku Ra?”

Haruskah aku terangkan kembali Kelv bahasa perempuan, sudahlah Kelv kau harusnya sudah pergi jangan pernah ada dihadapanku lagi. Aku sudah cukup lelah untuk bersikap tegar tatkala aku harus beradu argumen denganmu mengenai hatiku, aku..... tidak aku tak boleh menjadi perempuan lemah seperti ini. Aku adalah Rayani, perempuan tak punya hati, egois dan keras kepala, Kelv harusnya kau cari permpuan diluar sana selain aku. Kumohon Kelv pergilaah. Harusnya aku menjelaskan seperti ini padamu Kelv tapi apakah penjelasan ini benar-benar akan menjadi jelas jika aku jelaskan? aku rasa tidak.

“Jawab Ra....... Jawab !!!! “ Bentak Kelv

Setelah 3 tahun bersama Kelv, hari ini kali pertama Kelv membentak-ku. Aku tau Kelv kau melakukan ini karana aku.

“Kelv hentikan tolong hentikan, dan jangan menatap aku seperti itu aku tak suka”

“Bisa-bisanya kau bilang begitu Ra, aku tau dan sangat yakin Ra kau masih mengharapkan aku untuk kembali padamu bukan? kau masih membutuhkan aku untuk berlindung, kau masih membutuhkan aku untuk mendengarkan mimpi-mimpimu dimasa depan, kau masih membutuhkan aku untuk......”

“Kelv hentikan, ini yang aku benci darimu. Kau selalu dapat mengartikan tanpa ada satupun katapun perlu ku ucap”

Tak kusadari air mataku mulai mengalir membasahi pipi, air mata ini adalah ungakapan kesedihan yang tak dapat diterjemahkan. Aku menangis sejadi-jadinya, aku kira aku adalah perempuan yang kuat nyatanya perihal rasa aku lemah. Kelv mulai merendahkan nada bicaranya padaku dan membiarkan ku tenggelam dalam pelukannya, aku merasakan sebuah ketenangan, aku merasakan bahwa ada yang menghargai keberadaanku, aku merasakan keindahan hidup dan aku mengerti ini kenapa, karna dia adalah Kelv.

Aku melepaskan pelukan Kelv dan kini ku pegang tangan yang selama ini ada dalam genggamanku, tangan itu harusnya ada dalam genggaman perempuan yang jauh luar biasa dari pada aku.

“Kelv dengarkan aku, kamu adalah lelaki terhebat yang pernah aku temui kau ada dalam gelapnya cahayaku, kau angin diantaa teriknya mentari dan kau tekah berhasil menjadi sebagian hidupku”

“Aku menyayangimu Kelv, sungguh” Terang ku pada Kelv.

Kelv menyimak kata demi kata yang aku ucapkan dengan seksama, ku lihat wajah Kelv penuh dengan rasa kekecewaan. Kelv memegang tanganku semakin erat dan penuh harap agar aku menerimanya kembali di sisiku. Suasana semakin haru rasanya aku benar-benar tidak kuat untuk menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini, dan tentu Kelv tak boleh tau tentang ini.

“Kelv.... kau adalah lelaki terhebat yang pernah aku temui dan juga...... kau adalah lelaki yang paling kubenci. Jika cintaku untukmu seutuhnya maka benciku untukmu melebihi seutuhnya”

Malam ini menjadi malam terkelam untukku, aku melepaskan Kelv sembari rasaku terbawa olehnya. Segala sesuatu bukankah harus kembali di taruh pada tempat semula? lalu bagaimana aku menaruh kemabali rasaku jika rasa itu pergi bersamamu Kelv?

(Cuplikan cerpen tanpa inspirasi)

Harusnya cerpen ini sudah terbit di Storial semenjak Maret 2020 lalu, apa daya sudah tak ada ide :(( Kalo ada yang penasaran sama kelanjutannya nanti dikumpulin lagi deh niat buat lenjutin hehehe


Komentar