M E N G U T U K
Aku tak bisa menyalahkan waktu dan takdir. Pada akhirnya aku hanya bisa menikmati, menikmati kenangan saat bagaimana dulu kita bertemu.
Malam itu
Malam aku, kamu dan semua ornamen memori yang tak lekang dipikiran bertemu
“Kamu Manusia Aneh !!!” Lirih aku berucap, mata ku penuh benci dan kekesalan, hati berkecamuk ramai
“Aku tak suka dia aneh benar-benar aneh”
Sehari, dua hari, tiga hari dan hari-hari selanjutnya aku selalu melihat wajah manusia aneh itu. Sungguh ini sangat aneh, semenjak ku bilang kau "manusia aneh" aku terkutuk. Sehari, dua hari, tiga hari dan hari-hari selanjutnya aku selalu melihat wajah manusia aneh itu, sungguh ini sangat aneh.
Aku berjalan menelusuri jalan yang akan memulai kisah panjang ini., kisah dimana kita akan semakin dekat. Hari itu hari dimana aku meng-ikhlaskan bahwa kau adalah manusia aneh ! Tapi kau harus tau hatiku masih saja bergumam bahwa kau aneh titik. Kau berada tepat lurus di depan mata, berbicara seolah kau tau segalanya. Kau bertanya kepada manusia di tengah ruangan itu, termasuk aku satu diantara puluhan manusia di tengah ruangan petak kecil dan redup. Kau bertanya aku berusaha menjawab, kau bilang "Yah kau benar itu maksudku, lalu kau sebut namaku".
Kutukan bagiku bukanlah hal yang membuatku murka tapi kutukanlah yang membuat aku menikmati panjangnya jalan. Hari ini adalah hari dimana pertamakali kau menatapku dan aku menatap manusia aneh itu, hari dimana kau sebut namaku.
Kamu Tahu??? Jangan bilang tau, dengarkan aku, aku hanya inigin bercerita, cerita yang telah lama ingin kutulis, cerita yang telah lama ingin aku ceritakan, cerita ini cerita yang menganggu pikirannku, memainkan imajinasiku, okee simaklah ceritaku karna aku hanya berani menulis aku tak berani lebih jauh untuk ini. Aku tak tau kutukan apa yang merasuk diri, tak ada satupun manusia yang senang dikutuk aku benci hari-hariku bertemu dengan manusia aneh itu.
Kau berkelakar dengan ku, aku masih ingat hari itu hari dimana kau tertawa lepas yang kurasa kelakar mu tak sepantasnya untuk tertawa begitu lepas, anggapmu itu lucu bagiku itu aneh!! ya kau memang aneh, itu kenapa aku benci. Kamu tau? aku wanita yang berbeda dengan yang lain, ketidak acuhanku adalah acuh, keraguanku adalah kepastian, ketidaktauanku adalah tau dan kau pun juga begitu sedihmu adalah bahagiamu, kesombonganmu adalah perhatianmu, ini sangat sulit untuk ditafsirkan dan benar aku rasa memang ini tak perlu untuk ditafsirkan sebab aku tak peduli.

Komentar
Posting Komentar